Sunday, March 17, 2013

JELANG PIODALAN: PHDI SARI AGUNG LAKUKAN PENATAAN PURA.

Purnamaning Sasih Kedasa, yang bertepatan dengan Tanggal 26 Maret 2013 Masehi, merupakan hari Piodalan Pura Agng "Sari Agung". Pura yang terletak di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo ini, merupakan satu-satunya simbol yang menunjukan keberadaan umat Hindu di wilayah ini. Jalan Trans Sulawesi yang menjadi jalur akses utama dari dan menuju pura ini, menjadikan keberadaannya sangat strategis

Kini di usianya yang mendekati genap 31 tahun, (Juni 2013), Pura ini merupakan Saksi utama dinamika umat Hindu, baik yang berhubungan dengan rasa spiritualitas maupun dinamika sosial kemasyarakatan, intern maupun ekstern.
Menjelang pelaksanaan Piodalan yang ke 31 dari Pura Agung "Sari Agung" ini, para pengurus PHDI Sari Agung Desa Buranga, yang merupakan pengempon kewajiban atas aktifitas serta kreatifitas umat penyungsung pura ini nampak mulai mengambil langkah-langkah sebagai persiapan menyambut hari penting tersebut. Langkah awal yang di lakukan adalah kegiatan yang berhubungan lansung dengan fisik pura, yaitu dengan melakukan pengecatan bangunan. Bagian yang menjadi target adalah :

I  : Nista Mandala (Jaba Sisi).
     - Pengecatan Candi Apit Surang (Candi Bentar).
     - Pengecatan Tanda Pengenal (Nama) Pura.
     - Penyengker (Pagar) Pura.

II  : Madya Mandala (Jaba Tengah).
      - Balai Pewaregan.
      - Balai Gong.
      - Candi Paduraksa (Candi Kurung).
      - Penyengker.

III: Utama Mandala (Jeroan).
      - Padmasana .
      - Atap Balai Persembahyangan.
      - Penyengker  (Pagar) Pura.

Kegiatan tersebut di lakukan di selain karena piodalan, juga di sebabkan karena sejak di lakukannya pemugaran pura pada tahun 1995, fisik bangunan yang menjadi simbol keberadaan komunitas umat Hindu di wilayah ini, tidak pernah mendapat perhatian.  Sebagaimana di sebutkan oleh Ketua PHDI Sari Agung-Buranga di tengah kesibukannya mendampingi beberapa umat yang ngayah; "..........fisik bangunan sudah nampak kusam, bahkan atap dari bangunan di utama mandala sudah memerah karena karat (Korosif), jadi kami sebagai yang di serahi tanggung jawab, atas persetujuan umat memprioritaskan pelaksanaan kegiatan ini, selain masalah ritual yajna piodalannya....". Lelaki yang dikenal bernama I Nyoman Mardana ini kemudian menambahkan ".........apalagi piodalan saat ini adalah piodalan yang terakhir dalam periode kepengurusan  PHDI Desa saat ini, maka kami tidak ingin menerima kemarahan umat yang menganggap kami tidak memperhatikan Pura yang statusnya merupakan Pura Umat Hindu Kecamatan Ampibabo........". 

Seluruh biaya kegiatan ini di ambil dari Dana Umat yang pertanggung jawabannya akan di sampaikan kepada paruman umat yang menjadi satu paket demngan biaya yajna piodalan.

Selamat meyambut dan melaksanakan Piodalan Pura Agung Sari Agung, Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa melimpahkan kertha wara nugerahaNYA.

No comments:

Post a Comment