Tuesday, August 13, 2013

SELAMAT HARI RAYA PAGARWESI.

Pagarwesi membawa Perintah BRAHMAN kepada Manusia, agar senantiasa  Eling  kepada dirinya.
Eling berarti INGAT, yang bermakna TIDAK LUPA dan TAHU DIRI.
Ingat akan Keberadaan kita sebagai manusia.
Tidak Lupa akan kewajiban kita sebagai manusia.
Tahu Diri, bahwa kita adalah makhluk yang rapuh dari goda dunia.

Dengan Eling akan menumbuhkan kewaspadaan diri.
Dan tanda Orang yang Waspada adalah Dia yang Senantiasa  Membuat serta Merawat  PAGAR bagi Dirinya.

Selamat Hari Raya Pagarwesi, 8 Bhadrapada 1935 Saka || 14 Agustus 2013.
Semoga Brahman Melimpahkan segala wara nugraha-NYA.
Mohon Maaf SEKALA - NISKALA .

Wednesday, June 26, 2013

DI KUKUHKAN: Personalia Pengurus PHDI Pura Agung Sari Agung Buranga.

Setelah melalui tahapan dalam proses pemilihan, akhirnya personalia pengurus Lembaga tertinggi di lingkungan umat Hindu penyungsung Pura Agung Sari Agung Desa Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, akhirnya di kukuhkan. Seremonial pengukuhan di langsungkan di Utama Mandala Pura terbesar di wilayah tersebut. Di awali dengan pembacaan Surat Keputusan yang di keluarkan oleh Lembaga PHDI Kecamatan Ampibabo dan di tanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris.  Kemudian di lakukan Pengambilan dan pengangkatan Sumpah  oleh seluruh personalia pengurus yang baru terpilih tersebut. Pengambilan Sumpah ini di pimpin oleh Ketua PHDI Kecamatan Ampibabo; I Gusti Lanang Putrayasa, S.Sos. yang di dampingi oleh Pinandita/Pemangku Pura ; Ida Bagus Putu Wedana, selaku rohaniawan. Setelah pengangkatan sumpah pengurus, kemudian di lakukan penanda tanganan Berita Acara pengukuhan pengurus yang baru.

Berdasarkan Surat Keputusan PHDI Kecamatan Ampibabo, Nomor: 04/S.Kep/PHDI-Amp/V/2013, Tentang Susunan Personalia Pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Pura Agung Sari Agung Desa Buranga Kecamatan Ampibabo,  di tetapkan susunan personalia pengurus yang baru adalah :

1. Ketua : I Nengah Sutika.
2. Sekretaris : I Made Suarta, S.Pd.
3. Anggota : I Made Rentiasa.
4. Anggota : I Made Utara.
5. Anggota : I Made Nita.

1. Ketua  : I Nyoman Konten.
2. Sekretaris : I Nyoman Mardana.
3. Bendahara : I Komang Astion.
  Seksi - Seksi   :

1. Agama dan Peradatan : I Nyoman Raos.
2. Pembangunan : I Wayan Martadana.
3. Pembinaan Dharma Gita. : I Gede Suphala.
4. Pengembangan Seni Budaya : I Made Sumaba.
5. Surati (Tukang Banten)
a. Ketua : Ni Luh Sukariani. b. Anggota : I Gusti Ayu Sri Hartini.
c. Anggota : Ni Made Sukri.
d. Anggota : Ni Luh Widiani.
6. Tukang Patus (Tuk.Tampah) : 1. I Gede Puja.
  2. I Ketut Kada.
7. Elektrika : Gede Budiartawan.
8. Pecalang :
: I Gede Sukada.
: I Wayan Edward.
: I Ketut Chen Su.
: I Ketut Mawan.

Acara pengukuhan ini di laksanakan pada Purnamaning Sasi Sadha, Saka 1935, yang bertepatan dengan tanggal 24 Mei 2013 Masehi. Setelah Pengambilan sumpah,  akan di lanjutkan dengan pelaksanaan pe-winten-an, yang di puput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Jati dari Gerya Wana Prasta Buranga. Kegiatan ini memang sudah umum di lakukan setiap pergantian pengurus. Maksudnya agar segala ke letehan yang melekati diri sirna, sehinggadalam melaksanakan tugas dan kewajiban tidak ada serta mampu mengatasi hambatan yang akan timbul, dalam mengemong umat selama 5 tahun mendatang.

Dengan di kukuhkannya  pengurus dari hasil pemilihan secara demokratis oleh umat, berarti pula bahwa umat Hindu di lingkungan Pura Agung Sari Agung menyerahkan kepercayaannya dengan harapan pengurus baru ini dapat lebih fokus dan agresif dalam pembinaan serta pengembangan mental spiritual umat, sehingga secara umum umat Hindu di wilayah ini dapat mengatasi tantangan-tantangan yang semakin hari terasa kiat berat. 

SEMOGA HYANG WIDHI MELINDUNGI DAN MELIMPAHKAN ANUGERAHNYA.

Monday, May 13, 2013

SENGIT : Kandidat Ketua PHDI Sari Agung Buranga Paparkan VISI MISI.

Para Kandidat Ketua PHDI Sari Agung desa Buranga memaparkan visi dan misi mereka di hadapan sebagian umat penyungsung Pura Agung Sari Agung - Buranga, Kamis malam, 9 Mei 2013, menyusul rencana pemilihan dan pembentukan pengurus baru PHDI Sari Agung Desa Buranga  Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Pemaparan Visi dan Misi para Kandidat berlangsung cukup meriah dan lancar. Masing - masing  memaparkan iming-iming program apa bila mereka di beri kepercayaan oleh umat. Janji pengabdian dan pengurangan beban atas kewajiban organisasi oleh umat berhamburan laksana pendar bintang di malam - malam Sasi Kartika. Antusiasme umat yang hadirpun tak ubahnya gemuruh pasukan yang berhadapan di medan Kuru Ksetra, saat berlangsungnya Maha Bharata. Tanggapan dan pertanyaan umat yang hadirpun atas paparan visi misi kandidat tak ubahnya hujan  anak panah Arjuna yang menyembur dari Gandiwa-nya. SENGIT ...!!!.

Bertempat di wantilan Pura Agung Sari Agung, diskusi di pimpin oleh I Gusti  Lanang  Putrayasa, S.Sos. Setelah acara di buka oleh Ketua Panitia, Paparan visi misi di awali oleh Calon nomor urut 1 ( berdasar hasil lot ), yaitu  I Wayan Redana, dengan pokok paparan  adalah :

1. Melaksanakan Pengabdian dengan Jujur dan Ikhlas.
2. Perencanaan  Program di laksanakan  atas  dasar persetujuan umat
3. Membebaskan kewajiban urunan umat untuk tunjangan pengurus.

Tanggapan dan pertanyaan umatpun khususnya point ketiga, menyangkut  value, teknis pelaksanaan dan  rasa "kecurigaan" atas itikad kandidat bila nanti memimpin umat atas "kemungkinan" lain yang di lakukan oleh pengurus, karena selama ini sudah menjadi aturan tetap bahwa umat memberi tunjangan atas pelaksanaan tugas melayani umat. Juga muncul pertanyaan umat akan kemungkinan "Nepotisme" dalam perekrutan anggota pengurus. Untuk yang terakhir ini I Wayan Redana menjawab ".....tentu saja saya akan merekrut orang yang bisa  saya ajak kerjasama ......".

Sementara kandidat dengan nomor urut 2, I Nyoman  Konten, dalam paparannya menekankan :

1. Berusaha Meningkatkan  Mental Spiritual umat .
2. Melakukan kaderisasi yang berbudi luhur.
3. Melaksanakan kegiatan Dharma Santi umat.
4. Meningkatkan pendidikan keagamaan dengan mengefektivkan pasraman bagi generasi  muda/pelajar.
5. Menjaga dan mengelola aset umat secara baik dan bijaksana, berdasarkan musyawarah umat.

Pertanyaan umatpun beragam, karena setiap pertanyaan harus di jawab oleh kedua pasang Calon secara bergiliran sesuai nomor urut. Yang menarik adalah saat seorang yang menanyakan tentang "...Perbedaan konsep/pola pengembangan agama Hindu di luar pulau Bali...". Kedua pasang kandidat menjawab "tidak berbeda". Tentu saja jawaban ini kurang memuaskan penanya. Bahwa kita suku Bali,.bahwa kita melaksanakan Adat tradisi Bali, bahwa Kitab sucinya adalah sama .."..iya  ". Tetapi Konsep-Pola dalam pengembangan Agama Hindu di luar pulau Bali menganut konsep/pola  "Kahyangan Jagat". Berbeda dengan Bali yang menganut konsep/pola "Tri  Kahyangan".

Saturday, May 11, 2013

MENANTI PENGURUS BARU PHDI SARI AGUNG.

Dalam waktu dekat akan di lakukan pemilihan serta penyusunan personalia pengurus baru Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) tingkat Desa di lingkungan umat penyungsung Pura Agung Sari Agung, Buranga. Hal ini telah menjadi pembicaraan hangat di lingkungan umat serta para pemerhati perkembangan lembaga tertinggi di kalangan umat Hindu, khususnya di desa Buranga.
Persiapan telah di lakukan dan panitia pelaksana pemilihan pengurus barupun telah di bentuk. Proses telah berjalan. Umat Hindu di lingkungan pura Sari Agung, dalam rapat umum yang di pimpin oleh Ketua PHDI Sari Agung, I Nyoman Mardana, telah memberi keputusan dan kesempatan serta kepercayaan kepada, I Made Karya Adnyana, 37 tahun, sebagai ketua panitia, di bantu oleh Komang Antarayasa di posisi Sekretaris Panitia dan Ni Luh Budiasmi sebagai Bendahara. Selain itu juga ada beberapa nama figur muda yang masuk sebagai bagian dari panitia.

Seperti di jelaskan oleh Ketua Panitia pemilihan, bahwa proses untuk menentukan figur yang akan ngemong umat Hindu Sari Agung selama lima tahun kedepan telah berjalan; "....prosesnya telah berjalan, ada beberapa orang umat telah mengambil formulir yang kami siapkan. Namun yang masuk pada panitia hanya dua pasang calon............. tetapi kami tetap antusias bahwa pemilihan pengurus ini akan berjalan lancar....!".  Tentu saja ini dapat  memunculkan pertanyaan kritis, melihat jumah umat adalah yang terbesar di wilayah Kecamatan Ampibabo. 

Dari dua pasang calon pengurus yang telah mengikuti tahapan-tahapan pemilihan sebagaimana di atur oleh panitia hingga tahapan penyampaian  Visi  dan  Misi calon, masing-masingnya merupakan figur yang telah memiliki pengalaman dalam memimpin umat beberapa waktu sebelumnya. Yaitu pasangan I Nyoman Konten - I Nyoman Raos dan pasangan I Wayan Redana - I Made Redika.  Untuk masing-masing calon ketua PHDI merupakan figur yang pernah ngemong umat, sementara paket (Pasangan)nya masing-masing adalah sosok figur yang masih aktif dalam kepengurusan organisasi umat, I Nyoman Raos adalah ketua Adat aktif, sementara I Made Redika sebagai ketua Banjar aktif.

Dari beberapa keterangan yang di peroleh, minimnya calon yang memasukan formulir pendaftaran kemungkinan karena aturan paket yang di putuskan panitia dalam pemilihan kali ini adalah Ketua PHDI - Ketua Adat. Lain dari yang lain, biasanya paket pemilihan pengurus PHDI adalah Ketua - Sekretaris, tetapi di sini berbeda. Ini sudah pasti membawa dampak tertentu pada animo calon, karena mencari figur yang paham benar dengan Adat Tradisi ala Bali memang minim. Bukan tidak ada tetapi rata-rata mereka telah berusia lanjut, sehingga tidak memungkinkan di jadikan pengurus.     "..........memang ini kesulitannya, mencari pasangan sebagai calon ketua adat, aturan ini memang tidak seperti biasanya,............. kami hanya melaksanakan keputusan rapat umat yang seperti demikian.....!. imbuh ketua panitia yang akrab di panggil  "Nano" ini.

Melihat keberadaan umat Hindu di desa Buranga ini, khususnya penyungsung Pura Agung Sari Agung, maka seorang pengurus (Pemimpin) merupakan figur penting. Apalagi desa Buranga ini merupakan salah satu kantong Hindu yang secara geografis jauh dari lingkungan umat Hindu lainnya, sehingga sangat di butuhkan sosok pemimpin yang bisa melek beberapa aspek sosial, sehingga umat Hindu tidak hanya menjadi obyek kepentingan sosial pihak lainnya.
 Selamat  dan Sukses yaaa ...!!!.

Monday, April 8, 2013

ANTUSIASME UMAT SAMBUT PROGRAM PHDI PARIGI MOUTONG.

Kegiatan yang di selenggarakan oleh PHDI Kabupaten Parigi Moutong bersama  WHDI dan PERADAH INDONESIA, di sambut antusias oleh umat Hindu di wilayah ini. Terbukti dengan banyaknya umat yang mengikut sertakan keluarga mereka, khususnya di kegiatan Manusa serta Pitra Yajna. Ini sungguh membanggakan sekaligus mengagetkan Pengurus Lembagaterlebih Panitia Pelaksana. Bagaimana tidak, menurut Ketua PHDI Kab.Parigi Moutong  Drs. I Nyoman Budiasa, M.Si. jauh berbeda dari perkiraan awal. Sebut saja untuk Pitra Yajna, pesertanya di taksir hanya pada kisaran 70 hingga 80 sawa (Ngaben dan Ngelungah) ternyata di ikuti oleh 288 sawe. Demikian pula kegiatan Manusa Yajna (Potong Gigi), awalnya di taksir di kisaran 100 peserta, ternyata di ikuti oleh 240 orang. "...sungguh di luar dugaan kami...", demikian ungkapnya.



Kegiatan ini di laksanakan sebagai wujud dari Dharma Agama yang menjadi tugas pokok PHDI serta seluruh organisasi massa di bawah pengayoman Lembaga tertinggi di lingkungan umat Hindu, sekaligus bentuk apresiasi menyambut rangkaian Hari Suci Hindu di tahun 2013, serta rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang mana telah melimpahkan segala wara nugeraha terhadap seluruh ciptaanNYA.


Seperti yang di tuturkan oleh I Ketut Widiasa, S.Pd. yang merupakan Sekretaris PHDI Kabupaten Parigi Moutong, bahwa Sawa (Orang yang meninggal) yang di upacarai saat ini,selain dari keluarga umat Hindu di Kabupaten ini, juga ada yang berasal dari keluarga umat yang berdomisili di daerah lain, seperti Poso, Luwuk Banggai, Toli-Toli, Sulawesi Barat, Kendari dan Bali.

Kegiatan Upacara Potong Gigi dan Ngaben ini, di laksanakan di Setra (Kuburan) umat Hindu di Desa Tolai, Kecamatan Torue. Setra yang pada hari hari biasa memancarkan kesan seram dan angker, untuk beberapa hari ramai di padati manusia, baik Panitia, keluarga umat yang ikut upacara, tamu undangan, dan tentu juga masyarakat sekitar non Hindu.


Hal yang paling menggembirakan adalah sambutan umat Hindu sendiri, begitu antusias. Bila pada masa lalu, pelaksanaan Ngaben yang di lakukan secara masal, mendapat kesan yang cendrung negatif, seperti 'merendahkan martabat keluarga, kurang ikhlas beryajna untuk leluhur, dll, kini mulai berubah. Nampak umat mulai menyadari arti/makna dari sebuah upacara yajna. Di masa lalu, sebuah keluarga bila akan mengupacari leluhur mereka, harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit, biasanya memandang martabat keluarga yang bersangkutan, kini Keikhlasan dan Ketulusanlah yang di utamakan. Tentu saja ini tak lepas dari kegigihan para Pengurus Umat (PHDI), Pengelingsir, Pandita dan Pinandita, dalam menanamkan nilai nilai spiritual Hinduisme kepada para penganutnya.

Antusiasme umat ini tergambar dari ungkapan harapan umat  agar kegiatan Upacara Manusa dan Pitra Yajna ini dapat di agendakan sebagai program tetap lembaga PHDI khususnya PHDI Kabupaten Parigi Moutong.

Meski umat tidak di bebani biaya secara khusus, bukan berarti kegiatan yang di laksanakan ini tanpa biaya sama sekali. Di perkirakan dana yang di gunakan untuk membiayai kegiatan ini berkisar antara Rp. 180 - 200 juta. Selain Punia yang tidak mengikat dari para peserta, kegiatan ini  mendapat dukungan dana dari beberapa donatur, selain dari Pemda Parigi Moutong, juga sumbangan dari beberapa tokoh masyarakat, baik pengusaha maupun politisi. Tetapi....Yajna tetap bebas dari politik praktis.

Monday, March 25, 2013

SELAMAT MERAYAKAN GALUNGAN DAN KUNINGAN.

OM AVIGNAM ASTU NAMAH SIDHAM
OM ANO BHADRAH KRATAVO YANTU VISVATAH

OM SVASTI ASTU



PARISADHA HINDU DHARMA INDONESIA
KABUPATEN PARIGI MOUTONG
KECAMATAN AMPIBABO

Mengucapkan :

SELAMAT MENYAMBUT SERTA MERAYAKAN
HARI RAYA
GALUNGAN dan KUNINGAN

MOHON MAAF SEKALA dan NISKALA

Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa
melimpahkan
Kertha dan Wara Nugeraha-NYA
Bagi Kesejahteraan Semesta Alam.

OM DHARMA RAKSHATAH,
RAKSHITAH DHARMAH

OM KSAMA SAMPURNA YA NAMAH SVAHA

OM SANTIH SANTIH SANTIH OM


PHDI KECAMATAN AMPIBABO

                                                K e t u a  ..................................... ....  Sekretaris


I Gusti Lanang Putrayasa, S.Sos.  ................  I Nyoman Wenten.

Sunday, March 17, 2013

JELANG PIODALAN: PHDI SARI AGUNG LAKUKAN PENATAAN PURA.

Purnamaning Sasih Kedasa, yang bertepatan dengan Tanggal 26 Maret 2013 Masehi, merupakan hari Piodalan Pura Agng "Sari Agung". Pura yang terletak di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo ini, merupakan satu-satunya simbol yang menunjukan keberadaan umat Hindu di wilayah ini. Jalan Trans Sulawesi yang menjadi jalur akses utama dari dan menuju pura ini, menjadikan keberadaannya sangat strategis

Kini di usianya yang mendekati genap 31 tahun, (Juni 2013), Pura ini merupakan Saksi utama dinamika umat Hindu, baik yang berhubungan dengan rasa spiritualitas maupun dinamika sosial kemasyarakatan, intern maupun ekstern.
Menjelang pelaksanaan Piodalan yang ke 31 dari Pura Agung "Sari Agung" ini, para pengurus PHDI Sari Agung Desa Buranga, yang merupakan pengempon kewajiban atas aktifitas serta kreatifitas umat penyungsung pura ini nampak mulai mengambil langkah-langkah sebagai persiapan menyambut hari penting tersebut. Langkah awal yang di lakukan adalah kegiatan yang berhubungan lansung dengan fisik pura, yaitu dengan melakukan pengecatan bangunan. Bagian yang menjadi target adalah :

I  : Nista Mandala (Jaba Sisi).
     - Pengecatan Candi Apit Surang (Candi Bentar).
     - Pengecatan Tanda Pengenal (Nama) Pura.
     - Penyengker (Pagar) Pura.

II  : Madya Mandala (Jaba Tengah).
      - Balai Pewaregan.
      - Balai Gong.
      - Candi Paduraksa (Candi Kurung).
      - Penyengker.

III: Utama Mandala (Jeroan).
      - Padmasana .
      - Atap Balai Persembahyangan.
      - Penyengker  (Pagar) Pura.

Kegiatan tersebut di lakukan di selain karena piodalan, juga di sebabkan karena sejak di lakukannya pemugaran pura pada tahun 1995, fisik bangunan yang menjadi simbol keberadaan komunitas umat Hindu di wilayah ini, tidak pernah mendapat perhatian.  Sebagaimana di sebutkan oleh Ketua PHDI Sari Agung-Buranga di tengah kesibukannya mendampingi beberapa umat yang ngayah; "..........fisik bangunan sudah nampak kusam, bahkan atap dari bangunan di utama mandala sudah memerah karena karat (Korosif), jadi kami sebagai yang di serahi tanggung jawab, atas persetujuan umat memprioritaskan pelaksanaan kegiatan ini, selain masalah ritual yajna piodalannya....". Lelaki yang dikenal bernama I Nyoman Mardana ini kemudian menambahkan ".........apalagi piodalan saat ini adalah piodalan yang terakhir dalam periode kepengurusan  PHDI Desa saat ini, maka kami tidak ingin menerima kemarahan umat yang menganggap kami tidak memperhatikan Pura yang statusnya merupakan Pura Umat Hindu Kecamatan Ampibabo........". 

Seluruh biaya kegiatan ini di ambil dari Dana Umat yang pertanggung jawabannya akan di sampaikan kepada paruman umat yang menjadi satu paket demngan biaya yajna piodalan.

Selamat meyambut dan melaksanakan Piodalan Pura Agung Sari Agung, Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa melimpahkan kertha wara nugerahaNYA.

Tuesday, March 12, 2013

PHDI KABUPATEN PARIGI MOUTONG KECAMATAN AMPIBABO MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU SAKA 1935.

OM AVIGNAM ASTU
OM ANO BHADHRAH KHRATAVO YANTU VISVATAH
OM SVASTI ASTU


PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
KABUPATEN PARIGI MOUTONG
KECAMATAN AMPIBABO


MENGUCAPKAN:

SELAMAT TAHUN BARU SAKA 1935

MOHON MAAF LAHIR DAN BHATIN

SEMOGA IDA SANG HYANG WIDHI WASA MELIMPAHKAN
KERTHA WARA NUGRAHA
UNTUK
KEDAMAIAN DAN KESEJAHTERAAN ALAM SEMESTA
( BHUANA ALIT DAN BHUANA AGUNG )
DEMI TERWUJUDNYA
MOKSHAARTHAM JAGADHITA YA CA ITI DHARMA.


OM KSHAMA SAMPURNA YA NAMAH SVAHA

OM SHANTI-SHANTI-SHANTI OM





Ketua .............................................. Sekretaris

I Gusti Lanang Putrayasa, S.Sos. ...................... I Nyoman Wenten.







PHDI KAB. PARIGI MOUTONG SAMBUT HARI SUCI HINDU .

Menyambut hari suci Hindu, khususnya Nyepi, Galungan, dan Kuningan, di tahun 2013 ini, PHDI Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan agenda yang cukup representativ. Hal tersebut terungkap pada saat rapat pengurus pada hari  Kamis, 24 Januari 2013, bertempat di  aula SMP/SMA Saraswati Tolai, Kecamatan Torue. Rapat tersebut selain merupakan upaya mematangkan rencana, jenis kegiatan, dan Jadwal Kegiatan, juga pembentukan panitia pelaksana kegiatan.

Rangkaian kegiatan yang menurut rencana akan di langsungkan pada bulan Maret tahun 2013, merupakan bentuk dari tanggung jawab pengurus PHDI terhadap kewajiban Lembaga ini terhadap umat yang di emongnya. 

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan ini, PHDI Kab. Parigi Moutong tidak berjalan sendirian, tetapi di dukung sepenuhnya oleh organisasi massa yang ada di bawah naungan lembanga, yaitu Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kab. Parigi Moutong, dan Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) Kab. Parigi Moutong.

Drs. I Nyoman Budiasa, selaku Ketua Pengurus Harian PHDI Kab. Parigi Moutong, menyatakan ; "....selain sebagai bentuk pemuliaan atas Wara Nugeraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam bentuk hari-hari suci agama kita, kegiatan ini merupakan wujud dari pengabdian kita terhadap Agama dan umat melalui pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan Kewajiban Dharma Agama kita.......!".  Di kesempatan tersebut Ketua PHDI meminta kepada  pengurus WHDI dan PERADAH Kab. Parigi Moutong untuk saling membahu melaksanakan dan mensukseskannya.

Adapun  kegiatan yang di putuskan oleh forum rapat pengurus tersebut adalah :
1. Upacara Pitra Yajna  dan Manusa Yajna (Potong Gigi).
2. Utshawa Dharma Gita.
3. Olah Raga.
4. Lomba Busana Adat Bali.
5. Pertandingan Gong Kebyar dan Bleganjur.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT. WHDI Kab. Parigi Moutong yang jatuh bertepatan dengan tanggal 29 Maret 2013. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan di tutup dengan kegiatan Dharma Santi tingkat kabupaten, yang akan di selenggarakan di Kecamatan Torue.

Rapat bersama ini, akhirnya menetapkan Panitia Pelaksana Kegiatan, dengan  l Wayan Budiarta, S.Pd.H. sebagai ketua, dan di dampingi oleh I Dewa Putu Suka, S.Pd. Personalia pengurus lainnya  terdiri dari pengurus PHDI Kabupaten, WHDI Kabupaten, serta jajaran DPK PERADAH Kabupaten Parigi Moutong.

Semoga Berhasil.

Monday, March 11, 2013

UMAT HINDU KECAMATAN AMPIBABO LAKSANAKAN TAWUR AGUNG SAMBUT TAHUN SAKA 1935

Umat Hindu Indonesia menyambut pergantian Tahun Saka dengan melakukan serangkaian ritual keagamaan. Demikian halnya umat Hindu di Kecamatan Ampibabo, seperti umumnya, juga melaksanakan rangkaian upacara Yajna yang berhubungan dengan pergantian Tahun Saka 1934 ke Tahun Saka 1935.

Pergantian Tahun Saka oleh umat Hindu di lakukan jauh berbeda dengan pergantian Tahun  yang menjadi dasar perhitungan/Kalender waktu pada umat dan agama lainnya di Indonesia. Pergantian Tahun Saka oleh umat Hindu di peringati dengan pelaksanaan Yajna Nyepi, yaitu Yajna Tapa Bratha Yoga Semadi.

Prosesi Yajna Nyepi, telah di lakukan pada tanggal 10 Maret 2013, di mana umat Hindu di tiga kecamatan, yaitu Ampibabo, Toribulu dan Kasimbar, secara bersama-sama melaksanakan Upacara Yajna Melasti, yang di laksanakan di Pantai Peningka, Desa Laemanta, Kecamatan Kasimbar. Yajna Melasti memiliki makna, pembersihan atau pensucian semua Pralingga dan Pratima di tempat suci (Pura) (Duniawi). Makna terpenting secara Rohaniyah, Melasti, merupakan pelaksanaan dari kewajiban manusia untuk  membersihkan dan mensucikan segala perangkat/peralatan atau sarana prasarana yang di gunakan oleh Sang Jiwa dalam melaksanakan kewajiban dan berkreatifitas di muka bumi, agar selalu berada dalam keadaan yang suci dan terkendali.
Upacara ini di hadiri oleh Bupati Parigi Moutong, Samsyurizal Tombolotutu, yang di dampingi oleh Ketua PHDI Kabupaten Parigi Moutong, Drs. I Nyoman Budiasa, M.Si. serta para Camat dari Tiga Kecamatan. Upacara Melasti ini di puput oleh Jro Gde Panca Sandi dari Desa Laemanta.




Sehari sebelum pelaksanaan Hari Nyepi, tepatnya pada Hari Tilem Sasih Kesanga, yaitu tanggal 11 Maret 2013, bertempat di Pura Agung Sari Agung dan Pura Tirtha Wana Giri, umat Hindu di Kecamatan Ampibabo melaksanakan upacara yajna yang di kenal dengan nama Tawur Agung. Upacara ini merupakan rangkaian upacara yang sarat makna bagi seluruh umat Hindu. Secara umum upacara ini merupakan upacara yang di maksudkan sebagai upaya menetralisir pengaruh negatif di alam sekitar - -jin, setan, roh halus, roh kesasar, etc. -- agar tidak mengganggu pelaksanaan Tapa Brata Yoga Semadi yang akan di lakukan oleh Manusia (Umat Hindu). Banyak pendapat di berbagai kesempatan dan media, yang menuduhkan bahwa Umat Hindu memuja makhluk-makhluk halus ini, yang tentu saja ini sangat berbeda dengan maksud dan tujuan dari pelaksanaan ritual ini oleh umat Hindu. Tawur Agung Kesanga adalah upacara yang bermakna menghilangkan pengaruh-pengaruh eksternal dari pribadi umat, agar dalam pelaksanaan brata penyepian, atas Wara Nugeraha Ida Sang Hyang Widi Wasa, setiap umat Hindu tidak menemui hambatan/tantangan. Upacara ini di puput oleh Jro Mangku Pura masing-masing.

Kemudian pada tanggal 12 Maret 2013, adalah puncak dari prosesi pergantian Tahun Saka,  di mana seluruh umat Hindu wajib melaksanakan Brata Penyepian, yang di sebut dengan Catur Brata Penyepian, yaitu: 

1. Mati Gni -
2. Mati Karya.
3. Mati Lelungan.
4. Mati Lelanguan.

Nyepi merupakan tindakan refleksi dari Sang Diri baik Jasmani maupun Rohani dalam segala kreatifitasnya baik di waktu yang telah terlewati maupun masa yang akan di lalui, untuk mencari dan menerima waranugraha dari Yang Maha Kuasa yaitu Sang Hyang Brahman (Hyang Widhi Wasa). 

Selamat Melaksanakan Brata Penyepian, Semoga Hyang Widhi Wasa melimpahkan Wara NugerahaNYA untuk kebahagiaan dan kedamaian Alam Semesta.

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU SAKA 1935.

OM SWASTY ASTU

PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
KABUPATEN PARIGI MOUTONG
KECAMATAN AMPIBABO


MENGUCAPKAN

SELAMAT MELAKSANAKAN TAPA BRATA YOGA SEMADI NYEPI
TAHUN BARU SAKA 1935

SEMOGA IDA SANG HYANG WIDHI WASA TUHAN YANG MAHA ESA
MELIMPAHKAN WARA NUGERAHANYA
UNTUK MENCAPAI 

MOKSHAARTHAM JAGADHITA YA CA ITI DHARMA.

OM SANTHI SANTHI SANTHI OM



Ketua ........................  ......... Sekretaris


I Gusti Lanang Putrayasa, S.Sos. .........  I Nyoman Wenten 

Thursday, January 17, 2013

Pelaksanaan HARI PAGERWESI Umat Hindu Kec. Ampibabo.

Tahun 2013 nampaknya memberi makna khusus bagi seluruh umat Hindu yang ada di Nusantara Indonesia, khususnya bagi penganut Hindu asal pulau Dewata Bali. Bagaimana tidak, sejak hari-hari pertama permulaan tahun, seluruh umat Hindu telah memasuki rentetan

Tuesday, January 8, 2013

DATA BASE UMAT HINDU KECAMATAN AMPIBABO

Salah satu program kerja dari PHDI Kabupaten Parigi Moutong Kecamatan Ampibabo adalah Pendataan (Cacah) Jiwa Umat Hindu di wilayah Kecamatan Ampibabo. Program ini di jadikan sebagai program prioritas. Selain untuk mengetahui jumlah jiwa, pendataan ini juga merupakan dasar dari penciptaan data statistik umat, yang berhubungan dengan tingkat mobilitas, sosial dan ekonomi. Data statistik yang meliputi beberapa aspek kehidupan umat Hindu, akan menjadi landasan dalam pelaksanaan program-program PHDI yang lainnya, karena dengan Peta Sosial ini dapat di ciptakan Blue Print pembangunan umat yang lebih terarah, efektif dan efesien.

PHDI Kab. Parigi Moutong Kec. Ampibabo.

Parisadha Hindu Dharma Indonesia yang penyebutannya sering di persingkat dengan PHDI, merupakan lembaga tertinggi di lingkungan penganut Agama Hindu. Selain keberadaannya yang telah di atur oleh dasar hukum tertinggi Agama Hindu yaitu Kitab Suci Veda (Weda), lembaga ini juga merupakan satu-satunya lembaga agama Hindu yang di akui oleh pemerintah Indonesia, yang memiliki peran, fungsi, serta kedudukan yang setara dengan lembaga-lembaga keagamaan lainnya yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Program Kerja PHDI Kecamatan Ampibabo.

Kecamatan Ampibabo merupakan salah satu kecamatan yang di pilih oleh warga etnis Bali sebagai tempat berdomisili dan menata hidup serta penghidupan mereka. Keberadaan warga asal pulau Bali ini memang sudah sejak lama, yaitu sejak tahun 1974, meskipun kegiatan survey dan analisa potensi sudah di lakukan sejak 1973.

Hingga saat ini, mobillitas dari penduduk Kec. Ampibabo etnis Bali ini tetap terjadi dengan prosentase yang tidak bisa di katakan rendah, sekitar 0,5 - 1,25 %/tahun dari 1737 jiwa yang ada di wilayah Kecamatan Ampibabo ini. Pergeseran penduduk ini adalah yang masuk dan keluar wilayah ini.