Para Kandidat Ketua PHDI Sari Agung desa Buranga memaparkan visi dan misi mereka di hadapan sebagian umat penyungsung Pura Agung Sari Agung - Buranga, Kamis malam, 9 Mei 2013, menyusul rencana pemilihan dan pembentukan pengurus baru PHDI Sari Agung Desa Buranga Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong Sulawesi Tengah.
Pemaparan Visi dan Misi para Kandidat berlangsung cukup meriah dan lancar. Masing - masing memaparkan iming-iming program apa bila mereka di beri kepercayaan oleh umat. Janji pengabdian dan pengurangan beban atas kewajiban organisasi oleh umat berhamburan laksana pendar bintang di malam - malam Sasi Kartika. Antusiasme umat yang hadirpun tak ubahnya gemuruh pasukan yang berhadapan di medan Kuru Ksetra, saat berlangsungnya Maha Bharata. Tanggapan dan pertanyaan umat yang hadirpun atas paparan visi misi kandidat tak ubahnya hujan anak panah Arjuna yang menyembur dari Gandiwa-nya. SENGIT ...!!!.
Bertempat di wantilan Pura Agung Sari Agung, diskusi di pimpin oleh I Gusti Lanang Putrayasa, S.Sos. Setelah acara di buka oleh Ketua Panitia, Paparan visi misi di awali oleh Calon nomor urut 1 ( berdasar hasil lot ), yaitu I Wayan Redana, dengan pokok paparan adalah :
1. Melaksanakan Pengabdian dengan Jujur dan Ikhlas.
2. Perencanaan Program di laksanakan atas dasar persetujuan umat
3. Membebaskan kewajiban urunan umat untuk tunjangan pengurus.
Tanggapan dan pertanyaan umatpun khususnya point ketiga, menyangkut value, teknis pelaksanaan dan rasa "kecurigaan" atas itikad kandidat bila nanti memimpin umat atas "kemungkinan" lain yang di lakukan oleh pengurus, karena selama ini sudah menjadi aturan tetap bahwa umat memberi tunjangan atas pelaksanaan tugas melayani umat. Juga muncul pertanyaan umat akan kemungkinan "Nepotisme" dalam perekrutan anggota pengurus. Untuk yang terakhir ini I Wayan Redana menjawab ".....tentu saja saya akan merekrut orang yang bisa saya ajak kerjasama ......".
Sementara kandidat dengan nomor urut 2, I Nyoman Konten, dalam paparannya menekankan :
1. Berusaha Meningkatkan Mental Spiritual umat .
2. Melakukan kaderisasi yang berbudi luhur.
3. Melaksanakan kegiatan Dharma Santi umat.
4. Meningkatkan pendidikan keagamaan dengan mengefektivkan pasraman bagi generasi muda/pelajar.
5. Menjaga dan mengelola aset umat secara baik dan bijaksana, berdasarkan musyawarah umat.
Pertanyaan umatpun beragam, karena setiap pertanyaan harus di jawab oleh kedua pasang Calon secara bergiliran sesuai nomor urut. Yang menarik adalah saat seorang yang menanyakan tentang "...Perbedaan konsep/pola pengembangan agama Hindu di luar pulau Bali...". Kedua pasang kandidat menjawab "tidak berbeda". Tentu saja jawaban ini kurang memuaskan penanya. Bahwa kita suku Bali,.bahwa kita melaksanakan Adat tradisi Bali, bahwa Kitab sucinya adalah sama .."..iya ". Tetapi Konsep-Pola dalam pengembangan Agama Hindu di luar pulau Bali menganut konsep/pola "Kahyangan Jagat". Berbeda dengan Bali yang menganut konsep/pola "Tri Kahyangan".