Dalam waktu dekat akan di lakukan pemilihan serta penyusunan personalia pengurus baru Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) tingkat Desa di lingkungan umat penyungsung Pura Agung Sari Agung, Buranga. Hal ini telah menjadi pembicaraan hangat di lingkungan umat serta para pemerhati perkembangan lembaga tertinggi di kalangan umat Hindu, khususnya di desa Buranga.
Persiapan telah di lakukan dan panitia pelaksana pemilihan pengurus barupun telah di bentuk. Proses telah berjalan. Umat Hindu di lingkungan pura Sari Agung, dalam rapat umum yang di pimpin oleh Ketua PHDI Sari Agung, I Nyoman Mardana, telah memberi keputusan dan kesempatan serta kepercayaan kepada, I Made Karya Adnyana, 37 tahun, sebagai ketua panitia, di bantu oleh Komang Antarayasa di posisi Sekretaris Panitia dan Ni Luh Budiasmi sebagai Bendahara. Selain itu juga ada beberapa nama figur muda yang masuk sebagai bagian dari panitia.
Seperti di jelaskan oleh Ketua Panitia pemilihan, bahwa proses untuk menentukan figur yang akan ngemong umat Hindu Sari Agung selama lima tahun kedepan telah berjalan; "....prosesnya telah berjalan, ada beberapa orang umat telah mengambil formulir yang kami siapkan. Namun yang masuk pada panitia hanya dua pasang calon............. tetapi kami tetap antusias bahwa pemilihan pengurus ini akan berjalan lancar....!". Tentu saja ini dapat memunculkan pertanyaan kritis, melihat jumah umat adalah yang terbesar di wilayah Kecamatan Ampibabo.
Dari dua pasang calon pengurus yang telah mengikuti tahapan-tahapan pemilihan sebagaimana di atur oleh panitia hingga tahapan penyampaian Visi dan Misi calon, masing-masingnya merupakan figur yang telah memiliki pengalaman dalam memimpin umat beberapa waktu sebelumnya. Yaitu pasangan I Nyoman Konten - I Nyoman Raos dan pasangan I Wayan Redana - I Made Redika. Untuk masing-masing calon ketua PHDI merupakan figur yang pernah ngemong umat, sementara paket (Pasangan)nya masing-masing adalah sosok figur yang masih aktif dalam kepengurusan organisasi umat, I Nyoman Raos adalah ketua Adat aktif, sementara I Made Redika sebagai ketua Banjar aktif.
Dari beberapa keterangan yang di peroleh, minimnya calon yang memasukan formulir pendaftaran kemungkinan karena aturan paket yang di putuskan panitia dalam pemilihan kali ini adalah Ketua PHDI - Ketua Adat. Lain dari yang lain, biasanya paket pemilihan pengurus PHDI adalah Ketua - Sekretaris, tetapi di sini berbeda. Ini sudah pasti membawa dampak tertentu pada animo calon, karena mencari figur yang paham benar dengan Adat Tradisi ala Bali memang minim. Bukan tidak ada tetapi rata-rata mereka telah berusia lanjut, sehingga tidak memungkinkan di jadikan pengurus. "..........memang ini kesulitannya, mencari pasangan sebagai calon ketua adat, aturan ini memang tidak seperti biasanya,............. kami hanya melaksanakan keputusan rapat umat yang seperti demikian.....!. imbuh ketua panitia yang akrab di panggil "Nano" ini.
Melihat keberadaan umat Hindu di desa Buranga ini, khususnya penyungsung Pura Agung Sari Agung, maka seorang pengurus (Pemimpin) merupakan figur penting. Apalagi desa Buranga ini merupakan salah satu kantong Hindu yang secara geografis jauh dari lingkungan umat Hindu lainnya, sehingga sangat di butuhkan sosok pemimpin yang bisa melek beberapa aspek sosial, sehingga umat Hindu tidak hanya menjadi obyek kepentingan sosial pihak lainnya.
Selamat dan Sukses yaaa ...!!!.
Selamat dan Sukses yaaa ...!!!.

No comments:
Post a Comment