Monday, May 13, 2013

SENGIT : Kandidat Ketua PHDI Sari Agung Buranga Paparkan VISI MISI.

Para Kandidat Ketua PHDI Sari Agung desa Buranga memaparkan visi dan misi mereka di hadapan sebagian umat penyungsung Pura Agung Sari Agung - Buranga, Kamis malam, 9 Mei 2013, menyusul rencana pemilihan dan pembentukan pengurus baru PHDI Sari Agung Desa Buranga  Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Pemaparan Visi dan Misi para Kandidat berlangsung cukup meriah dan lancar. Masing - masing  memaparkan iming-iming program apa bila mereka di beri kepercayaan oleh umat. Janji pengabdian dan pengurangan beban atas kewajiban organisasi oleh umat berhamburan laksana pendar bintang di malam - malam Sasi Kartika. Antusiasme umat yang hadirpun tak ubahnya gemuruh pasukan yang berhadapan di medan Kuru Ksetra, saat berlangsungnya Maha Bharata. Tanggapan dan pertanyaan umat yang hadirpun atas paparan visi misi kandidat tak ubahnya hujan  anak panah Arjuna yang menyembur dari Gandiwa-nya. SENGIT ...!!!.

Bertempat di wantilan Pura Agung Sari Agung, diskusi di pimpin oleh I Gusti  Lanang  Putrayasa, S.Sos. Setelah acara di buka oleh Ketua Panitia, Paparan visi misi di awali oleh Calon nomor urut 1 ( berdasar hasil lot ), yaitu  I Wayan Redana, dengan pokok paparan  adalah :

1. Melaksanakan Pengabdian dengan Jujur dan Ikhlas.
2. Perencanaan  Program di laksanakan  atas  dasar persetujuan umat
3. Membebaskan kewajiban urunan umat untuk tunjangan pengurus.

Tanggapan dan pertanyaan umatpun khususnya point ketiga, menyangkut  value, teknis pelaksanaan dan  rasa "kecurigaan" atas itikad kandidat bila nanti memimpin umat atas "kemungkinan" lain yang di lakukan oleh pengurus, karena selama ini sudah menjadi aturan tetap bahwa umat memberi tunjangan atas pelaksanaan tugas melayani umat. Juga muncul pertanyaan umat akan kemungkinan "Nepotisme" dalam perekrutan anggota pengurus. Untuk yang terakhir ini I Wayan Redana menjawab ".....tentu saja saya akan merekrut orang yang bisa  saya ajak kerjasama ......".

Sementara kandidat dengan nomor urut 2, I Nyoman  Konten, dalam paparannya menekankan :

1. Berusaha Meningkatkan  Mental Spiritual umat .
2. Melakukan kaderisasi yang berbudi luhur.
3. Melaksanakan kegiatan Dharma Santi umat.
4. Meningkatkan pendidikan keagamaan dengan mengefektivkan pasraman bagi generasi  muda/pelajar.
5. Menjaga dan mengelola aset umat secara baik dan bijaksana, berdasarkan musyawarah umat.

Pertanyaan umatpun beragam, karena setiap pertanyaan harus di jawab oleh kedua pasang Calon secara bergiliran sesuai nomor urut. Yang menarik adalah saat seorang yang menanyakan tentang "...Perbedaan konsep/pola pengembangan agama Hindu di luar pulau Bali...". Kedua pasang kandidat menjawab "tidak berbeda". Tentu saja jawaban ini kurang memuaskan penanya. Bahwa kita suku Bali,.bahwa kita melaksanakan Adat tradisi Bali, bahwa Kitab sucinya adalah sama .."..iya  ". Tetapi Konsep-Pola dalam pengembangan Agama Hindu di luar pulau Bali menganut konsep/pola  "Kahyangan Jagat". Berbeda dengan Bali yang menganut konsep/pola "Tri  Kahyangan".

Saturday, May 11, 2013

MENANTI PENGURUS BARU PHDI SARI AGUNG.

Dalam waktu dekat akan di lakukan pemilihan serta penyusunan personalia pengurus baru Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) tingkat Desa di lingkungan umat penyungsung Pura Agung Sari Agung, Buranga. Hal ini telah menjadi pembicaraan hangat di lingkungan umat serta para pemerhati perkembangan lembaga tertinggi di kalangan umat Hindu, khususnya di desa Buranga.
Persiapan telah di lakukan dan panitia pelaksana pemilihan pengurus barupun telah di bentuk. Proses telah berjalan. Umat Hindu di lingkungan pura Sari Agung, dalam rapat umum yang di pimpin oleh Ketua PHDI Sari Agung, I Nyoman Mardana, telah memberi keputusan dan kesempatan serta kepercayaan kepada, I Made Karya Adnyana, 37 tahun, sebagai ketua panitia, di bantu oleh Komang Antarayasa di posisi Sekretaris Panitia dan Ni Luh Budiasmi sebagai Bendahara. Selain itu juga ada beberapa nama figur muda yang masuk sebagai bagian dari panitia.

Seperti di jelaskan oleh Ketua Panitia pemilihan, bahwa proses untuk menentukan figur yang akan ngemong umat Hindu Sari Agung selama lima tahun kedepan telah berjalan; "....prosesnya telah berjalan, ada beberapa orang umat telah mengambil formulir yang kami siapkan. Namun yang masuk pada panitia hanya dua pasang calon............. tetapi kami tetap antusias bahwa pemilihan pengurus ini akan berjalan lancar....!".  Tentu saja ini dapat  memunculkan pertanyaan kritis, melihat jumah umat adalah yang terbesar di wilayah Kecamatan Ampibabo. 

Dari dua pasang calon pengurus yang telah mengikuti tahapan-tahapan pemilihan sebagaimana di atur oleh panitia hingga tahapan penyampaian  Visi  dan  Misi calon, masing-masingnya merupakan figur yang telah memiliki pengalaman dalam memimpin umat beberapa waktu sebelumnya. Yaitu pasangan I Nyoman Konten - I Nyoman Raos dan pasangan I Wayan Redana - I Made Redika.  Untuk masing-masing calon ketua PHDI merupakan figur yang pernah ngemong umat, sementara paket (Pasangan)nya masing-masing adalah sosok figur yang masih aktif dalam kepengurusan organisasi umat, I Nyoman Raos adalah ketua Adat aktif, sementara I Made Redika sebagai ketua Banjar aktif.

Dari beberapa keterangan yang di peroleh, minimnya calon yang memasukan formulir pendaftaran kemungkinan karena aturan paket yang di putuskan panitia dalam pemilihan kali ini adalah Ketua PHDI - Ketua Adat. Lain dari yang lain, biasanya paket pemilihan pengurus PHDI adalah Ketua - Sekretaris, tetapi di sini berbeda. Ini sudah pasti membawa dampak tertentu pada animo calon, karena mencari figur yang paham benar dengan Adat Tradisi ala Bali memang minim. Bukan tidak ada tetapi rata-rata mereka telah berusia lanjut, sehingga tidak memungkinkan di jadikan pengurus.     "..........memang ini kesulitannya, mencari pasangan sebagai calon ketua adat, aturan ini memang tidak seperti biasanya,............. kami hanya melaksanakan keputusan rapat umat yang seperti demikian.....!. imbuh ketua panitia yang akrab di panggil  "Nano" ini.

Melihat keberadaan umat Hindu di desa Buranga ini, khususnya penyungsung Pura Agung Sari Agung, maka seorang pengurus (Pemimpin) merupakan figur penting. Apalagi desa Buranga ini merupakan salah satu kantong Hindu yang secara geografis jauh dari lingkungan umat Hindu lainnya, sehingga sangat di butuhkan sosok pemimpin yang bisa melek beberapa aspek sosial, sehingga umat Hindu tidak hanya menjadi obyek kepentingan sosial pihak lainnya.
 Selamat  dan Sukses yaaa ...!!!.